Kembali Fitri
Posted in Opini on 30. Aug, 2011
Hari ini 31 Agustus saya tidak sibuk seperti anggota keluarga lainnya untuk shalat Ied, hal ini karena saya sudah melaksanakan Shalat Ied kemarin 30 Agustus. Idul Fitri hari kemenangan akhirnya sama sama kita rayakan, kita rayakan bersama seluruh umat Islam didunia.
Memaknai kemeriahan Idul Fitri ini bagi saya pribadi adalah saat dimana sekarang saya duduk diam mendengarkan takbir dan tahmid yang memuji kebesaran Allah SWT. Nampak kecil dan hinanya saya dengan balutan dosa yang tak terhitung jumlahnya dan berharap ampunan dariNya. Allahhu Akbar Allahu Akbar, lantunan kalimat kalimat takbir makin membuat saya tepekur akan salah dan khilaf ke sesama manusia. Terbayang semua interaksi yang saya dengan teman, kerabat dan sahabat. Ada yang berjalan mulus namun ada juga yang berakhir dengan kekecewaan dan permusuhan. Astagfirullahalazim, saya melantunkan kalimat penyesalan dalam diri.
Kesucian Idul Fitri kemarin yang saya lalui dengan Shalat Ied berjamaah bersama rekan kerja mempertemukan saya dengan beberapa teman yang dalam keseharian kami pernah terlibat konflik, namun memaafkan dengan tulus dan ikhlas adalah makna dari kesucian fitrah Idul Fitri. Meminta maaf dan memaafkan ternyata membawa kedamaian yang saya rasakan secara pribadi. Alhamdulillah saya bisa dengan tulus untuk meminta maaf dan memaafkan, karena apa gunanya kita menjalankan ibadah Ramadhan dan memohon ampun kepadaNya bila antar sesama manusia mahluk ciptaannya kita masih ada luka yang terbentang? Indahnya memaafkan dengan tulus ya Allah.
Kembali saya dalam kesedihan karena berlalunya Ramadhan dan kerinduan akan kesucian Ramadhan saya berharap bisa dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan, amin. Dalam keheningan pagi Syawal saya makin sedih mendapati BBM dari teman saya berikut ini:
Aku lihat RAMADHAN dari kejauhan… Lalu kusapa ia…”Hendak ke mana?” Dengan lembut ia berkata, “Aku harus pergi, mungkin JAUH sangat LAMA.
Tolong sampaikan pesanku untuk orang yang bernama MUKMIN:
“Syawal telah tiba, ajaklah SABAR untuk menemani hari-hari dukanya, peluklah ISTIQOMAH saat ia kelelahan dalam perjalanan TAQWA, bersandarlah pada TAWADHU saat kesombongan menyerang, mintalah nasehat QUR’AN SUNAH di setiap masalah yang dihadapi.
Sampaikan pula salam terima kasih untuknya karena telah menyambutku dengan suka cita dan melepas kepergianku dengan derai air mata.:’( :’(
Kelak akan kusambut ia di SURGA dari pintu AR RAYAN”
TakoobalALLAH minna wa minkum… Mohon maaf lahir dan bathin… semoga ALLAH mempertemukan kita dengan RAMADHAN tahun depan ??????? ??????? ???????
Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1432 H
Semoga kita beroleh kesucianNya dan dipertemukan dengan RamadhanNya tahun depan, aminn…
Klik 


Ada rasa jerit bathin yg dalam dalam jiwa hingga tak sadar air mata beningku meleleh mengenang Ramadhan. Kesan itu membuat jiwaku selalu rindu akan hadirnya menyapa hari dalam renretan penomena hidupku. Mohon Maaf Lahir Bathin,,,Sukses!