Ramadhan, antara Gorontalo, Yogya dan Makassar
Posted in Opini on 31. Jul, 2011
Insya Allah (setelah pengumuman hasil sidang isbat tentang penetapan awal puasa) nanti malam kita sudah mulai melaksanakan Shalat Taraweh dan dini hari nanti mulai melaksanakan Sahur pertama kali untuk puasa pertama kali besok 1 Agustus. Yah, insya Allah besok seluruh umat muslim di dunia akan memulai awal Ibadah Ramadhannya.
Saya sendiri yang sudah sejak April lalu berada di Makassar untuk kegiatan Pelatihan IELTS, merasakan Ramadhan tahun ini sangat berbeda, jauh dengan kebiasaan Ramadhan yang pernah saya lalui di tahun-tahun sebelumnya. Secara perbandingan saya paling banyak melewatkan waktu Ramadhan di Gorontalo dan Yogyakarta. Kedua tempat itu dirasa special bagi saya, karena kalau di Gorontalo adalah hal yang biasa karena disana Orang Tua , keluarga dan semua teman berada, tentunya saya merasakan atmospir yang lebih terasa. Yaaa kalo hitung-hitungannya sih, saya gak usah terlalu khawatir tentang makanan untuk berbuka, setelah taraweh atau sahur.
Tempat satunya yang saya rasakan special untuk melewati Ramadhan adalah Yogyakarta, tempat dimana saya lama menetap karena studi. Kota ini selalu saya rindukan terutama untuk suasana awal-awal Ramadhan dan akhir Ramadhan. Disini saya tidak merasa sedih terlalu berlebihan, terutama masalah makanan, karena saya sangat terbiasa dengan makanan Yogya juga atmosphir Ramadhan di Yogyakarta sangat berkesan.
Semuanya saya bisa katakan sangat menikmati. Panganan khas Ramadhan yang beragam, suasana baik di kos-kosan maupun jalanan dengan atmospir yang sangat merindukan kalo diingat. Makanan yang beragam dan murah.
Berbicara tentang kenangan Ramadhan di Yogya selalu dirindukan kapan saja. Ohya, sangat menyenangkan juga saat berburu makanan untuk sahur di Yogya, karena terlambat saja kita ke Warung Makan maka dijamin bakal kehabisan, namun disinilah kebahagiaan yang bisa saya rasakan selama melewati Ramadhan di Yogya.
Dan sekarang, ya tahun ini saya berada di Makassar untuk waktu yang lama (karena saya akan balik ke Gorontalo tanggal 24, yang artinya hanya 5 hari menjelang Idul Fitri). Selain kesiapan secara mental dan itu yang utama, saya tidak terlalu memikirkan masalah menu untuk berbuka apalagi untuk sahur. Jalanin aja sebagai anak kosan yang akan melewati 25 hari puasa disini. Bersyukur selama 20 hari kedepan saya punya kesibukan dengan persiapan Tes IELTS sehingga semoga persiapan ini bisa mengalihkan keinginan dan kerinduan akan makanan-makanan khas Ramadhan di Gorontalo bahkan Yogya, dan juga bisa konsentrasi untuk ibadah-ibadah Ramadhan lainnya.
Selamat menjalankan Ibadah Ramadhan, Maaf lahir bathin dan semoga kita mendapatkan kemenangan fitrahNya nanti, amin…
Klik 


Meriahnya ramadhan setiap tahun juga ada di lombok lho… oh ya Selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H, Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah subhanahuwata`ala.